Kementan Alokasikan 151 Ribu Dosis Vaksin di Jabar Demi Kendalikan PMK

Kementan Alokasikan 151 Ribu Dosis Vaksin di Jabar Demi Kendalikan PMK

Kementerian Pertanian (Kementan) salurkan 151 ribu dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke Jawa Barat sepanjang 2026 untuk tekan lonjakan kasus yang capai 177 di 16 kejadian hingga Februari. Target nasional 4 juta dosis prioritaskan Jabar karena lalu lintas ternak padat, dengan 60 ribu dosis sudah tiba Januari.

Langkah ini respons cepat atas zona merah PMK di Jabar, tapi diskusi di Jawa11 soroti efektivitas vaksin lokal yang baru 70% kebal, sementara peternak kecil keluh biaya vaksin gratis tak jamin jangkau desa terpencil. Kritik muncul soal koordinasi dinas provinsi yang lambat, mirip wabah 2022 yang rugikan industri susu Rp2 triliun.

Strategi Distribusi

Alokasi bagi dua fase: Januari-Maret dan Juli-Agustus, masing-masing 75.500 dosis, koordinasi Diskapet Jabar ke kabupaten rawan. 80% vaksin ke zona pemberantasan, 15% pengendalian, 5% cadangan. Namun, tanpa karantina ketat, risiko mutasi virus tinggi seperti kasus Brasil sebelumnya.

Dampak Ekonomi Peternak

PMK lumpuhkan sapi potong dan perah, turunkan produksi susu 30% di Jabar. Vaksinasi akselerasi di Subang harap pulihkan Rp500 miliar kerugian tahunan, tapi peternak ragu tanpa subsidi pakan lanjutan.

Tantangan Ke Depan

Kementan gelar kolaborasi pusvetma, tapi tantangan dingin chain dan pelatihan peternak krusial agar cakupan 90%. Tanpa audit distribusi, program berisiko bocor ke pasar gelap seperti isu vaksin COVID dulu.

Pantau isu global peternakan di CNN. Kembali ke Beranda.